Postingan

SASASTRA - Kota yang Menyimpan Nama

 Kota Yang Menyimpan Nama Pada suatu malam yang terlalu sunyi untuk ukuran dunia, Aksa menemukan sebuah kota yang tidak tercantum di peta mana pun. Kota itu muncul begitu saja setelah kabut turun dari pegunungan, seolah-olah tanah sengaja membuka rahasia yang sudah lama disembunyikan. Lampu-lampu jalan menyala redup seperti kunang-kunang yang lelah. Rumah-rumahnya kecil, berjajar rapi, namun tidak satu pun terdengar suara manusia. Tidak ada langkah kaki, tidak ada pintu yang dibuka, bahkan tidak ada anjing yang menggonggong. Hanya angin yang berjalan perlahan di antara gang sempit. Aksa berjalan semakin dalam. Di tengah kota itu berdiri sebuah bangunan tua—perpustakaan. Pintu kayunya terbuka setengah, seperti seseorang baru saja masuk atau baru saja pergi. Rasa ingin tahu selalu lebih kuat daripada rasa takut, jadi Aksa mendorong pintu itu. Di dalamnya, rak-rak buku menjulang tinggi hingga hampir menyentuh langit-langit. Tetapi buku-buku itu tidak memiliki judul. Aksa mengambil sat...

SASASTRA-Hujan dan Rindu

Gambar
Hujan dan Rindu Oleh: Rizky Nurul Fitriah Lihatlah itu Matahari mulai bersembunyi Awan menjadi warna abu Burung burung berhamburan kesana kemari Tik tik tik Suara awan mengeluarkan tangisanya ke bumi Terdengar rintik hujan yang turun Membuat hati merasa tenang Tiba tiba duarrr Petirpun mengeluarkan amarahnya  Membuat suasana hati kacau Teringat dirinya yang selalu membawa kedamaian Titik air yang berjatuhan  Selalu datang beriringan Di sana ada genangan Di sini ada kenangan Kuharapkan setiap saat agar engkau mengerti Rasa rindu ini telah melekat didalam hati Kutatap bayangan wajahmu Hingga aku terjebak dalam luapan rindu  

SASASTRA-Kelambu Cinta

Gambar
  Kelambu Cinta Oleh: Mita Senandung ceria lagu cinta. Bermekaran di taman jiwa. Alur luka menjalar demikian  dibawah rindang pohon kesetiaan. Terdorong miliyaran tubuh kecewa. Apakah aku kan sama jua? Mengapit duka diakhirnya. Ah,,, semua orang tak akan samalah. Membawa hati yang resah. Ditautkannya kepada sang cinta Maka kelambu cinta kan terbuka. Menjahit hati yang lara. Menyabit luka yang lama. Aku pun tak tahu pastinya.

SASASTRA - To My First Love

Gambar
  To My First Love People say dad is every daughter’s first love, and I guess that’s true for me too.  Ayah mungkin nggak selalu menunjukkan kasih sayang lewat kata-kata, tapi aku selalu merasakannya lewat hal-hal kecil yang Ayah lakukan.  Yah, aku nggak ingat kita pernah duduk dan ngobrol lama, yang benar-benar curhat dari hati ke hati. Kayaknya nggak pernah, ya? Obrolan kita selalu singkat, hanya sekadar, “Mau minum apa?” pas Ayah pulang kerja, atau “Sudah makan?” dari Ayah. Ayah selalu berangkat pagi-pagi, dan pulang larut malam. Kadang Ayah bukan tipe yang masuk kamarku dan tanya panjang lebar. Biasanya Ayah cuma batuk-batuk kecil di depan pintu (cara halusnya memastikan aku sadar kalau beliau lewat) lalu melongok sebentar sambil bilang, “AC-nya jangan dingin-dingin, ntar sakit.” Padahal maksud sebenarnya cuma mau lihat aku lagi ngapain. Kadang juga Ayah tiba-tiba naruh piring berisi potongan buah di meja belajarku, lalu pergi begitu saja tanpa bilang apa-apa. “Tadi...

SOTD - TIME TRAVELER

TIME TRAVELER  by Daffamon                Perkembangan teknologi semakin maju seiring dengan bertambahnya waktu. Bumi semakin sempit dan jangkauan semakin luas. Bahkan terlihat sangat asing dimata manusia primitif. Tepat tahun 2027 para peneliti menguji coba temuan baru mereka. Alat pelintas waktu. Alat ini dibuat oleh profesor Ramon beserta tim yang lain dan rencananya akan di perkenalkan kepada publik setelah uji coba atau satu tahun setelahnya.  "Akhirnya kita mampu menyelesaikan alat ini." Ujar profesor Ramon yang tangannya kini membawa segelas air. "Haha dulu kita hanya melihat alat seperti ini di dalam film. Ternyata yang asli lebih mengagumkan dari yang dibayangkan." kata profesor Mark. Rekan profesor Ramon. "Bahkan aku tak menyangka hal ini terjadi" Profesor Dirta yang sedaritadi menganalisis alat tersebut ikut angkat bicara.            Mesin waktu ini berbentuk bulat dengan pinggiran ...

SOTD - Pulang dari Diam

Gambar
Pulang dari Diam Oleh Ryu Namanya Sela. Orang-orang dulu mengenalnya sebagai perempuan yang selalu punya arah. Ia berjalan cepat, berbicara pasti, dan seolah tahu dengan jelas kemana hidup ini akan membawanya. Tapi itu dulu, sebelum semuanya runtuh, sebelum ia tahu bahwa hidup tak selalu memeluk mereka yang berani bermimpi. Hari ini, Sela duduk sendiri di bangku taman, dengan headphone usang menggantung di telinganya. Lagu Barasuara mengalun pelan, dan entah mengapa, liriknya terasa seperti surat yang pernah ia tulis untuk dirinya sendiri. "Terbuang dalam waktu, tak bertepi..." Ia menunduk. Sudah berapa tahun sejak ia meninggalkan kampungnya di pinggir Yogyakarta dan menetap di Jakarta demi mengejar karir sebagai penulis? Ia pikir, selama kata-kata masih menari di kepalanya, maka kesuksesan hanya tinggal menunggu giliran. Nyatanya, hidup tak menyukai yang terlalu percaya diri. Tulisannya berkali-kali ditolak. Ia sempat bekerja sebagai penulis lepas, tapi bayarannya sering tak...

Review The Midnight Library: Perjalanan Nora Seed di Perpustakaan Tengah Malam

Gambar
     Review Novel The Midnight Library      The Midnight Library adalah novel karya Matt Haig yang pertama kali terbit pada 22 September 2020. Novel ini mengusung genre fiksi sains dan drama kehidupan, diterbitkan oleh Haper Avenue dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Gramedia Pustaka Utama.       Novel ini mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Nora Seed yang merasa hidupnya dipenuhi kegagalan dan penyesalan. Dimana dalam satu hari ia mengalami banyak kejadian buruk, dari kehilangan perkejaan, hubungannya dengan orang-orang terdekat yang memburuk, bahkan hingga kucing kesayangannya meninggal. Terhimpit dalam rasa putus asa, Nora memutuskan mengakhiri hidupnya. Akan tetapi, alih-alih mati, ia terbangun di sebuah perpustakan misterius yang berada di antara hidup dan mati.       Perpustakaan ini bukan perpustakaan pada umumnya. Setiap buku di sana berisi kehidupan alternatif yang akan dijal...

SOTD - Memimpikan Mimpi

  Memimpikan Mimpi Oleh Zee Aku pernah berada di titik itu. Titik paling sunyi yang bahkan suara pikiranku pun menggema terlalu keras. Titik di mana satu-satunya yang bisa kupeluk adalah bayangan, dan satu-satunya yang masih bersamaku… hanya kenangan yang tak diundang. Ada masa ketika aku masih punya mimpi—bukan satu, tapi banyak. Mimpi untuk tertawa bebas di hari Minggu. Mimpi untuk duduk di teras sambil menggoda awan yang lewat. Mimpi menjelajah dunia fantasiku. Mimpi untuk bangun suatu pagi dan tak merasa kosong. Namun sekarang, bahkan aku hanya bisa memimpikan mimpiku. Bayangkan, begitu dalamnya rasa kehilangan hingga bahkan harapan pun terasa jauh. Hari ini seperti hari-hari sebelumnya. Aku berjalan seperti biasa, bernapas seperti biasa, tersenyum seperti biasa... tapi semua itu hanya penampilan luarku. Di dalam, ada ruang gelap yang tak tahu bagaimana cara menyala lagi. Aku mencoba tidur, berharap setidaknya mimpi akan membawaku ke tempat yang menenangkan. Tapi tidur pun menj...

SASASTRA - Mailbox, I Hate It

 Mailbox, I Hate It Oleh Ryu Rachel membenci kotak surat di depan rumahnya. Dulu, benda itu tidak terlalu penting. Hanya sebuah kotak besi yang tergantung di pagar, dipenuhi brosur promo cuci sofa dan undangan pernikahan dari orang-orang yang bahkan tidak ia kenal. Namun sejak Keenan pergi; tanpa pamit, tanpa sepatah kata pun, dan kotak itu berubah menjadi simbol kehilangan yang menggantung di tenggorokan. Tak bisa ditelan, tetapi juga tak bisa dimuntahkan. Surat pertama datang seminggu setelah Keenan menghilang. Tanpa nama pengirim, tanpa perangko. Kertas putih, dilipat dua kali, dan tulisan tangan yang sedikit miring ke kanan. Sedikit berantakan, tapi Rachel sangat mengenali tulisan itu. "Kalau aku bilang aku baik-baik saja, aku sedang berbohong." Rachel membacanya dalam diam. Tidak menangis, tidak marah. Ia hanya duduk lama di ujung tempat tidur, menggenggam surat itu seakan-akan benda rapuh. Ia tak tahu siapa yang meletakkan surat itu di kotaknya. Tak tahu pula mengap...

SOTD - Pangeran di Balik Topeng

Pangeran di Balik Topeng Oleh Kya   Dikisahkan, di sebuah negeri yang damai dan indah, berdiri megah Kerajaan Lumisera. Bangunan kerajaannya dihiasi patung-patung emas dan ornamen zamrud yang berkilau di setiap sudutnya. Sungai-sungai jernih mengalir mengelilingi istana, menjadi tempat berkumpul masyarakat yang riang. Halamannya dipenuhi ribuan bunga warna-warni yang semerbak mewangi, sementara langitnya dinaungi awan lembut dengan sinar matahari yang hangat. Nama Lumisera sendiri bermakna terang dan damai—sesuai dengan keadaan kerajaan saat itu, yang dipenuhi cahaya, ketentraman, dan kebahagiaan. Namun, keindahan itu hanyalah kenangan. Semuanya berubah sejak sebuah kutukan mengikat takdir sang pangeran, dan bayangan gelap perlahan menyelimuti kerajaan. Kilas balik ke seratus satu tahun yang lalu, tepat di malam ulang tahun ke-10 sang putra mahkota, suasana istana Kerajaan Lumisera begitu semarak. Musik klasik mengalun merdu, para penari menari gemulai di atas lantai marm...

SASASTRA - MARI PERGI SUDAHI SAJA

MARI PERGI SUDAHI SAJA  Tak habis pikir Dunia seperti mengikir Tangan seolah memanggil Memanggil untuk menggigil Pulang, resah, percuma Lari jauh kemana saja Adil pergi berkelana Tinggal sisa bodong saja Janji taruh di celana Dijinjing menerjang air kehidupan Perut melembung meledak kapan saja Roh terbang ke atas nirwana angan  Kata terlalu berdiksi Banyak omong, makna kosong Jalan masih pasir jerami Mulut berubah menjadi terbengong Tak kupikir penguasa akan begini Gemuk mereka, kempis rakyatnya Permulaan bahagia hanya ironi Lantas, dimana rubah jalannya? Rebut, kuliti, caci  Mungkin sudah menjadi tradisi Tulang bukan muda Namun ada saja prasyaratnya Sudahi saja Saatnya mendunia Hak lama sudah tiada Berubah menjadi rata sama dengan dunia Nyata, janji hanya sebatas janji semata Oleh Amanda Aprira