Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2023

SASASTRA - Roda Itu Berputar

  Roda Itu Berputar Firda Nur Sabili Saat Kita di Atas Sadha Bumiseta lahir di keluarga yang sederhana dengan seorang ayah yang bekerja sebagai karyawan swasta di sebuah perusahaan otomotif ternama dan seorang ibu rumah tangga yang amat ia sayangi. Mereka hidup di sebuah kompleks tempat tinggal dari perusahaan otomotif sebagai fasilitas, sebuah rumah yang terdiri dari tiga petak kamar. Satu kamar utama untuk ayah dan ibu serta dua kamar lainnya untuk anak-anaknya. Mereka senantiasa berbahagia, ditambah tiga tahun setelah kelahiran Sadha, anggota keluarga mereka bertambah satu. Kehadiran seorang anak bernama Gendhis Andini kian menambah kebahagian keluarga itu. Sama seperti anak lain menginjak umur tujuh tahun Sadha didaftarkan ke SD negeri terdekat dari rumah mereka. Sadha senang bersosialisasi dan menambah banyak teman dari kelas dan luar kelasnya. Setiap pulang sekolah rumahnya selalu ramai dengan teman-temannya. Mulai dari bermain sepakbola dibelakang rumah atau berenang...

SASASTRA - Percaya Diri Membawa Hidupmu Menjadi Lebih Baik

  Percaya Diri Membawa Hidupmu Menjadi Lebih Baik Oleh: kookakila      Seorang anak sekolah bernama Dani selalu menjadi murid yang rajin dan terampil. Dia selalu memperoleh nilai yang baik dan selalu menjadi pilihan guru untuk mengisi berbagai kegiatan sekolah. Namun, ada satu kegiatan yang belum pernah dia ikuti, yaitu pertandingan debat. Dani tidak pernah merasa percaya diri untuk berbicara di depan umum.      Suatu hari, sekolah Dani mengadakan pertandingan debat antarkelas. Meskipun pada awalnya dia ragu dan takut, akhirnya Dani memutuskan untuk memberanikan diri mencoba dan bergabung dengan tim debat kelasnya. Dia menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk belajar dan mempersiapkan argumennya.      Tak terasa pertandingan debat sudah tiba, Dani merasa sangat gugup dan hatinya berdebar kencang. Ketika tiba giliran timnya, Dani mulai berbicara. Awalnya, suaranya terdengar gemetar dan terbata-bata, tapi seiring berjalannya lomba d...

SASASTRA - Cerpen

Gelapnya malam dan dinginnya udara merembes ke sekat-sekat jendela rumah. Astri seorang anak kecil lugu yang memiliki mata penuh keceriaan terlihat sedih malam ini. Mendengar suara ledakan keras dibalik kamarnya. 'Ayah, ayah….' teriaknya. Suara terdengar semakin keras meletup-letup. Di balik kaca jendelanya ia melihat orang-orang berlarian ke pinggir bendungan. Memandangi cahaya letupan indah dari kejauhan, cantik layaknya kembang api tahun baru yang terus menyala. Orang-orang memeluk keluarganya, seraya berkata 'indah sekali'. Semua yang orang tahu hanyalah keindahan dari letupan itu yang jauh dari pemukiman.   Suara sorai sorak dari warga, memanggil tetangganya. Kita pikir ini bukan apa-apa, tidak ada himbauan, tidak ada peringatan. Hanya keheningan. Mereka kembali tidur, tenang, damai. Dari kejauhan tersebut, di pusat ledakan juga tenang. Diam-diam memerah dan melepuh. Hancur lebur dan perlahan menghilang. Nuklir, itu ledakannya...