Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

SOTD - One The Drive Home

On The Drive Home by ryu  We’re in our 7 years together. Semua kita lalui bersama-sama, dari pertama kali membayar pajak mobil, mengurus asuransi, memperpanjang paspor, dan datang ke acara pernikahan teman kantor. We both growing up together, i love those words. I love the fact that me and Alma were together since both in high school. Tapi tahun-tahun yang akan datang, tidak ada lagi perayaan spesial yang bisa kita lakukan. Atau mungkin Alma merayakannya, dengan cara yang berbeda dan rahasia. I will finish the story and the dreams we made because Alma couldn’t do it even if she wanted to. *** Langit senja meredup, jalanan berpendar oleh lampu-lampu kota yang mulai menyala satu per satu. Awan tipis menggelayut di langit, menyisakan semburat jingga yang perlahan memudar. Mobilnya melaju pelan di jalanan yang lengang, hanya diiringi suara radio yang samar-samar terdengar. Di bangku penumpang, tidak ada siapa-siapa. Dulu, Alma selalu duduk di sana. Menikmati perjalanan pulang bersama, ...

SASASTRA - Hilangnya Cahaya

Hilangnya Cahaya Oleh Rino Satriyadi   Sunyi, kelam, dan semburat kegelapan menyelimuti tiap nafas insan di sebuah kota terpencil kala itu. Setitik cahaya bahkan tidak tampak menyinari setiap sudut gang-gang sempit di sana. Tumbuh-tumbuhan tampak tertidur pulas, begitu juga kawanan para binatang tak menampakkan dirinya. Terlihat seorang pemuda yang sedang duduk dengan lusuh di sebuah kursi tua di teras rumah, Ranveer namanya. Ia mencari sesuatu yang telah lama hilang, cahaya.  "Duaaar...”  Seketika suara petir menyambar, menghanyutkan lamunan Ranveer. Seketika itu juga ia bangun dari kursinya, memandang ke langit, memastikan semua keadaan baik-baik saja. Lalu bergegas masuk ke dalam rumah, memeluk erat keluarganya.  "Mah... Pah... Aku takut..." suara gemetar Ranveer keluar dari mulutnya.  Sunyi, tidak ada satu pun jawaban. "Kak... Dik… Aku takut di sini..." gemetar Ranveer semakin menjadi. Hampa. Keluarganya tetap membisu. Menyisakan gemuruh petir dan tumpahan ...

Hunting Foto Bersama Forum MPI Kopma UNY di Kampung Ramadhan Wedomartani

Gambar
Hunting Foto Bersama Forum MPI Kopma UNY di Kampung Ramadhan Wedomartani Oleh Meiva Frisma Fatikhatunnisa Media Publikasi Informasi (MPI) Koperasi Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengadakan hunting foto di Kampung Ramadhan Wedomartani pada Sabtu (15/03/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan keterampilan anggota Kopma UNY dalam bidang fotografi. Forum MPI membuka kesempatan terbatas bagi anggota Kopma UNY untuk bergabung dalam acara ini. Sebanyak 14 peserta turut hadir dalam hunting foto tersebut. Sebelum menuju lokasi hunting foto, Adimas Rizqi Daniswara , selaku penanggung jawab kegiatan hunting foto, menyampaikan beberapa materi dasar terkait fotografi. Salah satu materi yang dibahas adalah teknik pengambilan gambar, seperti eye level, low angle, high angle, overhead, worm's eye view, dan over the shoulder. Kampung Ramadhan Wedomartani dipilih sebagai lokasi hunting foto karena suasananya yang ramai serta interaksi sosial yang tinggi antar...

SASASTRA - Kantong Misterius

  Kantong Misterius By Rino Satriyadi Kicauan merdu ayam bersahutan, membelah keheningan pagi dan perlahan menggugah Salman dari lelapnya. Cahaya mentari menembus jendela kamar, mengharuskan Salman membuka matanya. Salman beranjak bangun dari tempat tidurnya, membersihkan diri, dan bergegas mengenakan seragam putih abu-abu, seragam yang selalu menjadi penyemangat dalam hidupnya.   Salman, remaja 17 tahun, tumbuh dalam kesederhanaan bersama ibunya di sebuah rumah kecil yang penuh kehangatan. Ayahnya telah pergi ke sisi-Nya saat Salman berusia 5 tahun. Ibunya, Bu Sari namanya, ialah seorang buruh yang tak kenal lelah, menjalani hari-hari dengan pekerjaan yang silih berganti. Apa pun yang halal, ia jalani demi memastikan anak semata wayangnya tetap bisa bersekolah dan bermimpi.  Jam menunjukkan pukul 06.10, saat untuk Salman berangkat ke sekolah. Ia mengayuh sepeda dengan penuh semangat ke sekolah tercintanya. Jarak 5 km dari rumah ke sekolah, menghabiskan 20 menit perjalana...

SASASTRA - Apa yang Kau Tunggu?

  Apa yang Kau Tunggu? Oleh: Octa Labirin kanigara mengepung praja Demi menjumpai sang taruna Yang entah bersembunyi di balik kaca Atau kabur dengan rodanya Tak henti memamerkan kuning Hingga candra harus menggantikan surya Sebab silau yang dapat membutakan netra Bahkan tirta pun menjatuhkan dirinya Guna menyadarkan Bahwa sang taruna telah binasa