SASASTRA - Kota yang Menyimpan Nama
Kota Yang Menyimpan Nama Pada suatu malam yang terlalu sunyi untuk ukuran dunia, Aksa menemukan sebuah kota yang tidak tercantum di peta mana pun. Kota itu muncul begitu saja setelah kabut turun dari pegunungan, seolah-olah tanah sengaja membuka rahasia yang sudah lama disembunyikan. Lampu-lampu jalan menyala redup seperti kunang-kunang yang lelah. Rumah-rumahnya kecil, berjajar rapi, namun tidak satu pun terdengar suara manusia. Tidak ada langkah kaki, tidak ada pintu yang dibuka, bahkan tidak ada anjing yang menggonggong. Hanya angin yang berjalan perlahan di antara gang sempit. Aksa berjalan semakin dalam. Di tengah kota itu berdiri sebuah bangunan tua—perpustakaan. Pintu kayunya terbuka setengah, seperti seseorang baru saja masuk atau baru saja pergi. Rasa ingin tahu selalu lebih kuat daripada rasa takut, jadi Aksa mendorong pintu itu. Di dalamnya, rak-rak buku menjulang tinggi hingga hampir menyentuh langit-langit. Tetapi buku-buku itu tidak memiliki judul. Aksa mengambil sat...