Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

SERBA-SERBI SEMINAR NASIONAL NCC 2023: DIGITALISASI EKONOMI

Gambar
Suasana di ruang Seminar Nasional NCC 2023 Sumber: dokumentasi NCC 2023 Koperasi Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (Kopma UNY) mengadakan Seminar Nasional dengan tema “ Grow and Develop with Cooperatives : Mewujudkan Mahasiswa yang Bersinergi Demi Ciptakan Wirausaha Muda Mandiri melalui Digitalisasi” pada Minggu, 21 Mei 2023. Seminar ini dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian acara NCC ( National Cooperative Concourse ). Seminar diselenggarakan secara luring di Gedung Pusat Layanan Akademik (PLA) Fakultas Bahasa Seni dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta. Acara ini menghadirkan Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.M.A. dan Hasnil Afrizal Muttaqien, S.Si, CPNLP, CHt. sebagai pembicara, serta H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. sebagai keynote speakers yang bergabung melalui zoom meeting . Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia saat memberikan keynote speech melalui zoom meeting Sumber: dokumentasi NCC 2023 Sandiaga Salahuddin Uno selaku keynote speakers men...

SASASTRA: Aku Adalah Harap yang Tidak Lagi Kamu Bisikkan Inginnya

Aku Adalah Harap yang Tidak Lagi Kamu Bisikkan Inginnya oleh: Ariska R. Sani           Ada lebih dari sejuta bintang di angkasa. Ah, bahkan tak hanya jutaan, melainkan milyaran. Namun, hanya mentari yang mampu menerangi bumi dan memberikan kehidupan padanya. Hanya mentari yang mampu memberikan kehangatan dan cahaya. Hanya mentari yang pada dasarnya sama dengan bintang-bintang lainnya, bahkan bukan yang terbesar, bukan yang terpanas, mungkin juga bukan yang terindah, tetapi Ia menjadi yang paling terkenang dan paling dikenal oleh manusia di bumi.           Sebagaimana manusia-manusia itu melihat mentari sebagai matahari, sebagai apa adanya dirinya, seperti itu pula aku melihatmu. Kamu adalah cahaya dan kehangatan yang selalu aku nantikan kehadirannya. Kamu mungkin manusia biasa. Bukan yang tertinggi, bukan yang terkaya, bukan yang sempurna tanpa celah. Namun, bagiku kamu adalah kamu. Manusia yang selalu terkenang dalam sudut-sud...

SASASTRA: "Homeless by Anggi"

Homeless By: Anggi It feels numb. It feels odd. It feels like hell. All those things you said, told, emphasized to me are dishonesty. All those things you gave, showed, did to me are falsity. Where do you want to hide yourself this time? You said, I am the one who you called home; to come when you need comforts, to hide when you avoid problems, and to stay when you are lost. Now, once again. I ask you the same question; where do you want to hide yourself this time? Have you found your new the-one-who-you-called-home? or do you want to being homeless after this all?  

Ki Hajar Dewantara: Perjuangan, Pengabdian, dan Nasionalisme

Gambar
  sumber: pinterest.com Latar Belakang Ki Hajar Dewantara Ki Hajar Dewantara lahir dan besar di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 sebagai cucu dari Sri Paku Alam III. Hal tersebut menjadikan ia sebagai darah biru, seorang bangsawan jawa yang mengenyam pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) sekolah untuk anak-anak Eropa. Hingga kemudian bersekolah di STOVIA yang tidak tamat karena sakit. Sejak kecil ia sudah diperkenalkan dengan pendidikan dan pernah sekolah guru di Kweek School. Perjuangan di Masa Kolonialisme Ki Hajar Dewantara termasuk salah satu aktivis yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui bidang politik dan jurnalistik. Bersama dengan dr. Ciptomangunkusuma dan Douwes Dekker, Ki Hajar mendirikan Indische Partij (partai politik yang memiliki aliran nasionalisme Indonesia) pada 25 Desember 1912. Selain itu, Ki Hajar Dewantara juga merupakan seorang jurnalis yang karya-karyanya kerap dimuat di beberapa surat kabar. Salah satu tulisan beliau yang kontroversial berjudul...