SASASTRA - To My First Love
To My First Love People say dad is every daughter’s first love, and I guess that’s true for me too. Ayah mungkin nggak selalu menunjukkan kasih sayang lewat kata-kata, tapi aku selalu merasakannya lewat hal-hal kecil yang Ayah lakukan. Yah, aku nggak ingat kita pernah duduk dan ngobrol lama, yang benar-benar curhat dari hati ke hati. Kayaknya nggak pernah, ya? Obrolan kita selalu singkat, hanya sekadar, “Mau minum apa?” pas Ayah pulang kerja, atau “Sudah makan?” dari Ayah. Ayah selalu berangkat pagi-pagi, dan pulang larut malam. Kadang Ayah bukan tipe yang masuk kamarku dan tanya panjang lebar. Biasanya Ayah cuma batuk-batuk kecil di depan pintu (cara halusnya memastikan aku sadar kalau beliau lewat) lalu melongok sebentar sambil bilang, “AC-nya jangan dingin-dingin, ntar sakit.” Padahal maksud sebenarnya cuma mau lihat aku lagi ngapain. Kadang juga Ayah tiba-tiba naruh piring berisi potongan buah di meja belajarku, lalu pergi begitu saja tanpa bilang apa-apa. “Tadi...