SOTD - TIME TRAVELER

TIME TRAVELER 
by Daffamon

            Perkembangan teknologi semakin maju seiring dengan bertambahnya waktu. Bumi semakin sempit dan jangkauan semakin luas. Bahkan terlihat sangat asing dimata manusia primitif. Tepat tahun 2027 para peneliti menguji coba temuan baru mereka. Alat pelintas waktu. Alat ini dibuat oleh profesor Ramon beserta tim yang lain dan rencananya akan di perkenalkan kepada publik setelah uji coba atau satu tahun setelahnya. 

"Akhirnya kita mampu menyelesaikan alat ini." Ujar profesor Ramon yang tangannya kini membawa segelas air.

"Haha dulu kita hanya melihat alat seperti ini di dalam film. Ternyata yang asli lebih mengagumkan dari yang dibayangkan." kata profesor Mark. Rekan profesor Ramon.

"Bahkan aku tak menyangka hal ini terjadi" Profesor Dirta yang sedaritadi menganalisis alat tersebut ikut angkat bicara. 

        Mesin waktu ini berbentuk bulat dengan pinggiran seperti roda yang dapat berputar dan di dalamnya terdapat seperti sebuah ruangan kecil berisi tombol-tombol untuk mengaktifkan fungsinya. Dilengkapi juga empat buah kaki untuk pendaratan agar mesin tidak rusak akibat menggelinding. 

        Hari Kamis, mereka (Prof. Ramon beserta timnya) akan benar-benar menguji coba dengan mengirimkan beberapa orang untuk masuk ke dalam mesin waktu dan kembali ke masa lalu. Tahun 1943. Dimana pada tahun tersebut banyak penderitaan yang disebabkan oleh keserakahan. 

"Apakah ini akan berhasil?" Tanya salah satu calon time traveler. Dira. Ya, calon penjelajah waktu kali ini terdapat dua orang. Dira dan Raden. Mereka anggota tim yang bersedia untuk mengetes mesin ini. 

"Aku yakin seratus persen usaha kita berhasil" Jawab profesor Ramon menyakinkan mereka dan dirinya sendiri. 

"Kita sudah bekerja keras sejauh dan sedetail ini. Jadi jangan khawatir." Dirta ikut menambahkan dan di anggukan oleh seluruh tim. 

        Tidak perlu menunggu lama, Dira dan Raden telah berada di dalam mesin itu. Dengan segera, tombol diaktifkan dan pinggiran roda mulai berputar sangat cepat menciptakan sebuah lorong waktu yang seukuran dengan mesin tersebut. Keempat kaki mesin terangkat dan menekuk perlahan. Kemudian memasuki garis waktu dengan cepat. 

"Wah benar-benar hebat!" Seru Profesor Dirta

Sebuah cahaya memancar dengan terang. Dan blam mesin telah menghilang bersamaan dengan lorong waktu yang mulai mengecil. 

            26 Januari 1943 

      Perbedaan yang sangat nyata. Seperti didalam film dokumentasi. Abu-abu. Begitulah penggambaran dari zaman ini. Terlalu banyak peledakan bom karena peperangan. Mesin pun mendarat dengan sempurna di sebuah hutan terpencil. Terasa damai namun mencekam. 

"Apakah kita sudah sampai?" Dira yang masih tidak percaya bahwa penemuan ini berhasil sedaritadi melontarkan beberapa pertanyaan. 

"Mungkin sudah. Suasana ini terasa alami, aku belum pernah merasakan hal seperti ini. Mari kita cek dimanakah kita sekarang." Raden mengecek alat navigasi yang ternyata masih berfungsi walaupun gambarnya sedikit tidak jelas. Terdapat tulisan kecil di bagian atasnya. 

"Indonesia!" Katanya sedikit berteriak kaget dan mendapatkan reaksi yang sama dari Dira. 

Dikatakan dalam buku sejarah bahwa tahun ini adalah tahun dimana Indonesia masih dalam jajahan bangsa Jepang. Sebagai penjelajah waktu, mereka juga harus melakukan penelitian tentang kebenaran dari sumber sejarah. 

"Lalu bagaimana kit-"

Dor… sebuah suara tembakan terdengar jelas. Sepertinya ada yang mendekat. Ada sesuatu yang bergerak di balik semak dipastikan seseorang atau lebih berada disana telah merasakan hal yang asing di kawasannya. Mungkin. Dira dan Raden segera kembali ke dalam mesin waktu. Bukan untuk kembali ke zaman semula, melainkan bersembunyi dari apa yang ada di luar. Mereka diam dan mencoba untuk tidak bergerak. Suara langkah terus mendekati benda bulat itu. 

"Benda apa ini?" Kata salah satu orang tersebut yang terdengar samar. 

"Ini persis dengan yang ada di buku sejarah tentang mesin waktu" 

Mendengar hal tersebut, Dira dan Raden saling berpandangan dengan penuh tanda tanya. Apa maksudnya? Sejarah mesin waktu? Bukankah ini di zaman dimana teknologi belum berkembang dengan pesat bagaimana bisa? 

"Ah iya aku juga pernah membaca buku itu."

Dengan sedikit kebingungan Raden memberanikan diri untuk keluar dari tempat persembunyian disusul oleh Dira. Terlihat dua laki-laki dan satu perempuan yang sedang mengamati bagian time machine tersebut. 

"Siapa kalian?" Tanya Raden penuh curiga

"Tenang. Kami adalah tim wisata waktu dari tahun 2075." Salah satu dari orang asing tersebut menjawab dengan tenang. Karel Kim. 

"Apakah kalian benar time traveler pertama yang hilang itu?" Sahut salah seorang dengan topi dikepalanya

"Hilang? Apa maksudmu?"

"Ayolah jangan bicarakan hal semacam itu. Kita disini untuk mencari kebenaran sejarah yang mulai terlupakan." Daffa. Orang itu telah selesai mengamati bagian-bagian mesin yang menurutnya terlihat sederhana dari yang mereka punya. 

27 Januari 2027

Keadaan laboratorium yang semula terlihat tenang, kini menjadi riuh penuh dengan ketegangan karena ternyata mesin tersebut belum sepenuhnya terhubung dan kemungkinan besar tidak kembali ke masa sekarang. 

"Bagaimana hal ini bisa terjadi" Kata Vitha frustasi. Kedua tangannya menjambak rambutnya sendiri, kepalanya menunduk penuh tekanan. 

Ini adalah kecerobohannya karena tidak memeriksa kembali bagian struktur terkecil yang sebenarnya sangat berguna. Dan sekarang bagian tersebut masih berada di laboratorium. 

"Minumlah. Ini akan membuatmu lebih tenang." Sebuah kaleng dingin diletakkan di atas kepala Vicha. 

Ia menolehkan badannya dan mendapati Veryn -Rekan sekaligus sahabatnya- dengan santai meneguk minuman kaleng di tangan kanannya. 

"Kita rancang kembali" 

Semua orang termasuk Profesor Ramon menengok ke arah Profesor Dirta. Ide yang Bagus, itu adalah cara satu-satunya untuk menyelamatkan Time traveler pertama dari jebakan waktu. Semuanya menganggukkan kepala tanpa berkomentar. 

27 Januari 1943

Sudah beberapa Jam Dira dan Raden beserta time traveler yang lain menelusuri hutan lebat. Mengabadikan dengan kamera dan juga menulis dalam buku catatan. Semua ini mereka lakukan demi penelitian. Hingga terlihatlah sebuah desa kecil yang hanya dihuni oleh beberapa anggota keluarga saja. Namun disana telah ada tentara Jepang yang mengawasi penduduk pribumi yang sedang mengolah kebun mereka. Romusha. 

"Kejam sekali" Bisik Dira

"Yah seperti ini yang kami lihat beberapa minggu terakhir." Sahut Karel. Badannya sedikit menunduk agar dapat bersembunyi dibalik semak. 

"Tepatnya setelah mereka mengambil mesin kami." Tambah Daffa

"Jadi kali-"

"AAAA APA INI. ULAR AA" Karel segera membungkam mulut Fellycia yang berada tepat didepannya. Bisa gawat kalau mereka ketahuan oleh tentara Jepang. Tapi terlambat. Beberapa tentara segera berjalan cepat kearah sumber suara. Mengobrak-abrik semak belukar dengan brutal. Dan mulai berpencar. 

"Keluar kalian!" Salah satu tentara itu mengeluarkan suara garangnya. 

Sedangkan para penjelajah waktu tanpa aba-aba berlari menuju ke dalam hutan. Tujuan mereka adalah mencari tempat persembunyian atau kembali ke dalam mesin waktu. 

"Akh tolong aku." Dira terjatuh karena kakinya tersandung akar pohon yang menyembul keluar tanah. Hingga Daffa harus membopohnya dan mencari tempat persembunyian terdekat karena teman yang lain telah menghilang dari pandangan mereka. Tapi sepertinya mencari tempat persembunyian akan memakan waktu yang sangat lama. Jadi mereka berdua memutuskan untuk berhenti dibawah pohon besar. Kaki Dira yang sakit dan juga serangan rasa lapar dan haus, tidak memungkinkan untuk melanjutkan pelarian. Sekalipun mereka ketahuan, Daffa akan menembakkan pistolnya. 

Keadaan yang berbeda dan waktu yang sama. Karel, Raden, Fellycia telah tertangkap oleh lebih dari tiga Tentara. Mereka digiring dan dibawa ke tempat seperti penjara namun terlihat sempit. Di dorong begitu kuat hingga mereka tersungkur di atas tanah. Raden tadi sempat melawan namun pasukan manusia serakah itu menembak tangannya dan memukulinya beberapa kali. Begitupula dengan Karel yang mendapati luka tembakan di bahunya. Sedangkan Fellycia, dia mendapatkan hantaman keras di punggungnya. Sekarang yang terlihat hanyalah ketidakberdayaan dari orang asing ini. 

28 Januari 2030

Setelah dua tahun lamanya, akhirnya pengenalan mesin waktu kepada publik terlaksana juga. Dan tepat hari ini Profesor Mark sebagai ketua tim pengganti Profesor Ramon akan menguji coba mesin waktu yang baru. Semuanya telah disiapkan secara matang. Lebih matang dari sebelumnya. Hanya kali ini time traveler adalah dua orang wanita keturunan Jepang dan juga mereka akan menyamar sebagai orang Jepang. Itu adalah hal yang lebih aman daripada harus memberitahu orang zaman dulu bahwa mereka adalah penjelajah waktu. Itu malah akan memperumit suasana. 

Tanggal dan waktu telah disesuaikan dengan hari ini. Yang berbeda hanyalah tahun. Mina dan Sana dipersiapkan untuk memasuki mesin tersebut. Dan seperti mesin waktu sebelumnya, berputar cepat hingga membuka kembali lorong waktu. Lalu menghilang dalam sekejap. 

"Semoga kalian berhasil"

    28 Januari 1943

Dira dan Daffa yang berhasil melarikan diri kini telah berada di samping mesin waktu yang sepertinya telah rusak. Sebelumnya mereka memang mencoba untuk kembali ke masa depan, tapi benda tersebut sama sekali tidak menunjukkan reaksi. 

Rasa kekhawatiran memenuhi kepala mereka. Dimana yang lain? Apakah selamat? Kadang kalimat tanya semacam itu terlintas di pikiran mereka. Tanpa diduga sebuah cahaya memancar begitu terang dan bertepatan dengan hilangnya cahaya itu, mereka berdua melihat mesin berbentuk bulat persis dengan benda yang ada disamping mereka. Lalu roda-roda itu terbuka perlahan. Menampilkan dua perempuan memakai pakaian tradisional Jepang. Sepertinya penyamaran ini tidak diperlukan. 

"Kami dari tahun dua ribu tiga puluh yang ditugaskan untuk menjemput dua time traveler sebelumnya yang terjebak di zaman lain." To the point Mina menjelaskan asal usul dan misi mereka. 

"Tapi-"

"Shhhh aku tahu kalian orang itu. Cepat masuk dan kita akan cepat kembali." Senggah Sana

Persetan dengan yang lain. Dira segera masuk kedalam alat tersebut. Tapi tidak dengan Daffa, dia harus memikirkannya lagi. Jika dia mengikuti tawaran dua orang ini maka dia masih akan terjebak di zaman lain. Dan bagaimana dengan yang lainnya. Dimana mereka? 

"Oh ayolah. Jangan berdiam diri disitu. Cepatlah naik, masih ada pekerjaan yang harus kami selesaikan."

        Dengan sedikit terpaksa, Daffa melangkahkan kakinya dan masuk kedalam mesin itu. Seperti saat keberangkatan, mesin itu menghilang dalam sekejap. Suatu kegagalan dimana keputusasaan telah menghantui pikiran. Masih di dalam kurungan, Fellycia merengkuh kedinginan menatap kosong pada tembok. Hal terjadi sebelum hari ini adalah ia melihat Karel menendang dan memukul keras jeruji lalu sebuah tembakan mengenai tepat didadanya. Seketika Karel mati ditempat diikuti oleh teriakan tidak bersuara dari Fellycia. Nasib yang lain dialami oleh Raden. Ia tiba-tiba tidak sadarkan diri sampai denyut nadinya melemah dan berhenti. 

    28 Januari 2030

        Keempat Time traveler diberitakan pulang dengan selamat. Namun saat Wafi memperlihatkan Batang hidungnya, semua yang ada di laboratorium terlihat kebingungan. Beberapa pertanyaan dilontarkan kepada mereka. Terlebih lagi pertanyaan tentang Dimana Raden?. Yah, hal itu membuat Dira harus menjelaskan semuanya dari awal. Hanya respon anggukan yang didapat. Pada akhir cerita tetap tidak ada yang mengetahui dimana hilangnya Karel, Raden, dan Fellycia. 



Komentar

Rekomendasi

SASASTRA - Roda Itu Berputar

SASASTRA - Abu-abu by Nofiaara

SOTD - Pangeran di Balik Topeng

SOTD - Yang Tak Terucap

SOTD — Mawar yang Tak Pernah Layu