Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

SOTD - Yang Tak Terucap

Yang Tak Terucap Oleh Rino   Hempasan angin di tengah terik mentari sungguh memanjakan mata para insan hari itu. Seorang gadis terlihat duduk di bangku tepat di bawah pohon beringin. Pohon itu memayunginya dari terik matahari di atas sana, namun angin yang menggoyangkan daun pohon seakan melantunkan lagu yang hanya bisa didegar oleh jiwa yang lelah. "Saanvi....!" Terdengar suara seseorang saat aku berdiri menatap gadis itu. Kurasa gadis itu bernama Saanvi, dan suara yang menyebut namanya tampak tak asing di telingaku. Aku berjalan mendekati gadis itu, namun semakin aku melangkahkan kaki menujunya, semakin terdengar suara-suara bersahutan memanggil nama gadis itu. Semakin sesak dadaku pun dibuatnya setiap kali aku melangkahkan kaki. "Saanvi, dengarkan kami!" Kembali terdengar suara orang-orang yang memanggil nama gadis itu. Suara mereka tampak tumpang tindih dan terdengar gelisah. Namun anehnya, aku tidak melihat siapa-siapa di sekitar tempat a...

SOTD - HANSA

HANSA Oleh Octavia Nur Ramadhani   Prolog Seharusnya bunga mendatangkan bahagia bukan lara. Namun entah mengapa setelah perayaan dua tahun itu usai, bunga justru mendatangkan trauma. Disamping nisan bertabur sekar hanya ada tatapan nanar yang tertuju pada ukiran nama sang kekasih.  “Padahal kamu udah janji bakal ngehabisin waktu ditempat favorit kita. Tapi kamu ngingkarin dan biarin aku pergi sendirian ke sana”  “Kamu ingat angsa yang sering kita kasih makan itu? Sekarang udah nemuin pasangannya. Dia udah ga sendiri lagi, dia udah bahagia. Kamu juga harus bahagia” Semilir angin seakan menjadi jeda sesaat sebelum hujan mengguyur deras punggung Hansa. Disertai dengan air mata yang sudah tidak mampu dibendungnya. Untuk kesekian kalinya ia memeluk batu nisan itu, meluapkan segalanya termasuk rasa penyesalan yang tidak bisa ia ungkapan.  Tentang semua rahasia yang ia pendam. Tentang bagaimana ia mengarang cerita agar Tirta percaya. Kebohongan itu dimaklumi begitu saja k...