Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2023

SASASTRA - Misteri Rumah Tua

  Misteri Rumah Tua Oleh: Nana Hari itu semburat merah jingga di langit sudah terlihat, namun tiga sahabat bernama Doni, Diki, dan Jovan memutuskan untuk menjelajahi rumah tua yang terkenal angker di pinggiran kota mereka dan dijadikan wahana escape room . Mereka penasaran dengan cerita-cerita seram yang beredar setelah teman-teman yang lain mengunjunginya.  “Aku takut van, kalian aja ya yang masuk,” Diki berujar sambil memasang ekspresi ingin menangis. Jovan berdecak,”badan aja yang besar, sama ginian aja takut, Dik.” Sedangkan Doni hanya tertawa melihat teman-temannya. Dengan raut muka keberatan akhirnya Diki ikut masuk ke dalam, mereka memasuki pintu besi yang lapuk dan melewati lorong gelap menuju dalam rumah. Setelah melewati beberapa ruangan terbengkalai yang berdebu, mereka menemukan sebuah pintu terkunci dengan rantai dan gembok emas besar. Mereka yakin harus menemukan kunci untuk keluar dari tempat ini, dan merasa tertantang untuk menemukan kunci yang sesuai.  Me...

SASASTRA - Followers by Accident

Followers by Accident Oleh: Mim Rizkita, Rachel, Hafizah, Meisya, dan Elfira merupakan lima bersahabat yang sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas ternama yang ada di Yogyakarta. Suatu hari, setelah selesai mengikuti kelas perkuliahan mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak dan menikmati makan siang di kantin yang ada di kampus mereka. Mereka berlima berjalan keluar kelas dan melewati lorong kampus dengan raut wajah tidak beraturan karena lelah, lapar, dan lesu. Jarak kantin dengan kelas mereka lumayan jauh, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama, apalagi mereka hanya berjalan kaki. Saat di jalan, Elfira menyeletuk kepada teman-temannya sambil bercanda agar perjalanan mereka ke kantin tidak terasa lama. "Eh, guyss...misal suatu saat di antara kita ada yang tiba-tiba punya pacar jangan lupa traktir makan ya", kata Elfira sambil bercanda.   Meisya, satu-satunya di antara mereka yang sudah memiliki pacar pun menyahut.   "Boleh, ide bagus itu. Apa perlu...

SASASTRA: Surat Malam buat Dwi Hartini - Billya Alwajdi

Puisi Naratif: Surat Malam buat Dwi Hartini Akan ku mulai surat ini dengan cerita semalam. Ya sebagaimana kau tau semalaman kemarin aku tak memejamkan mata karena mendengar suara-suara yang adalah suaramu, tenang mengalun ke dalam telinga. Kali ini bukan warna biru yang kurasai melainkan suara yang mendesah seperti angin hijau, ah kekasih aku jadi ingat Biksu Tong Sam Cong ketika berangkat ke India mencari Kitab Buddha, kau tau senjata yang dipakai Sun Go Kong muridnya aku lupa namanya yang jelas ia dapat mempanjang setinggi Gunung Tai yang terlampau hijau, akan tetapi senjata itu dapat menyusut sekecil jarum dan Sun Go Kong sering menyimpannya di belakang telinga, sungguh itu roman yang lucu kekasihku seperti kamu, lucu dan begitu memikat hatiku. Sejauh ini bagaimana wi, kamu pasti menantikan sesuatu ya? Sabar ya belum selesai ku tulis semua, nanti pasti terkirim segera. Oiya siang tadi ketika matahari mengambang di atas kepala selepas jumatan tentunya, aku mendadak berdoa dengan nara...