Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

SASASTRA - Negeri Impian

Negeri Impian Di sebuah negeri yang gemar menyulam angan-angan, seorang perempuan muda berdiri di depan pintu rumahnya. Tetangganya, para perempuan tua, menyaksikan dengan cemas sambil menggenggam benang-benang harapan yang mereka tenun sepanjang hidup. “Mau ke mana kau?” tanya seorang dengan suara penuh curiga. “Mengejar impian,” jawab si perempuan muda. Jawaban itu membuat wajah-wajah yang menua berkerut. “Impian? Apa itu berguna? Lebih baik kau tinggal dan belajar menenun seperti kami. Impian hanyalah kain-kain tipis yang tak bisa menghangatkan.” Perempuan muda itu hanya tersenyum. Ia tahu, impian bagi mereka hanyalah mitos yang digarami waktu. Mereka tak tahu bahwa benang harapan yang mereka tenun seumur hidup ternyata hanyalah jerat-jerat halus yang mengekang mereka sendiri. Setiap hari, mereka berdoa agar benang itu kuat, agar kehidupan mereka tak hancur berantakan. Tetapi perempuan muda ini berbeda. Ia tak mau sekadar menenun harapan. Ia ingin menenun kenyataan, meski dengan ben...

SASASTRA - Sunyi, Sepi, dan Mimpi

 Sunyi, Sepi, dan Mimpi by. raa Di kota yang asing, jauh dari pelukan ibu Tiap sudut kota yang tak ku kenali Menyimpan seribu tanya dengan hati yang sunyi Melangkah sendiri meniti sejuta mimpi Langkah berat, beban rindu membengkak Di balik senyum ada sepi yang tersembunyi Malam tiba, bulan bersinar redup Rindu kampung halaman Bisikan suara kenangan memanggil untuk pulang Beban berat berada di pundak Terkadang lelah, ingin menyerah Tapi tekad harus lah kuat Dibalik kesulitan, ada harapan Keluh kesah ini hanyalah sebagian kecil rintik hujan Kelak, hujan yang datang akan berganti menjadi pelangi