SASASTRA - Sahabat

 Sahabat

Oleh: Nana


Di sebuah desa kecil yang indah di sudut kota Jogja, ada kisah dua sahabat yang bertetangga sejak kecil, Mia dan Lia. Mereka menjadi sahabat sejak berumur lima tahun. Mereka setiap saat selalu bersama setiap menghadapi kesulitan maupun disaat senang. Mereka berdua mempunyai hubungan yang sangat erat, mereka sudah menganggap sebagai kakak dan adik, meskipun umur mereka tidak terpaut jauh. 


Pada suatu hari saat mereka sedang bermain bersama, Mia dan Lia mendapati kabar buruk yang membuat mereka sangat bersedih. Ayah Mia, jatuh sakit dan sangat parah. Setelah seminggu dirawat ke rumah sakit terdekat, kondisinya semakin memburuk setiap harinya, sehingga dokter pun mengatakan jika ayah Mia membutuhkan perawatan medis yang lebih lengkap dan mumpuni di luar kota. 


Namun, keluarga Mia tidak mempunyai cukup uang untuk biaya pengobatan ke luar kota itu. Mia sangat bingung dan putus asa. Mia membicarakan masalah ini kepada Lia, dan kemudian dengan cepat Lia mengambil keputusan tanpa berpikir panjang. 


"Mia, kamu tenang saja kita akan mengatasi ini bersama-sama. Aku akan selalu ada untuk membantumu," Lia berkata dengan bersungguh-sungguh. 


Pada kemudian hari, Lia mengadakan sebuah kampanye untuk penggalangan dana di sekolah agar dapat membantu keluarga Mia dalam pengobatan ayahnya. Tentu saja mereka mendapat dukungan besar dari teman-teman, guru-guru, dan juga warga yang ada di desa tersebut. Kampanye yang diadakan Lia mendapatkan respon yang luar biasa dan terkumpul uang yang cukup untuk membayar biaya pengobatan ayah Mia di luar kota. 


Mia beserta keluarganya sangat terharu karena begitu banyak dukungan yang mereka terima. Mereka mengetahui jika tanpa adanya bantuan Lia, tidak akan bisa mengatasi masalah ini dan kemungkinan akan berakhir dengan meminjam dana kepada rentenir. Setelah itu, ayah dan ibu Mia pergi ke luar kota untuk pengobatan ayahnya. Setelah mengantar ibu dan ayahnya ke stasiun Mia pergi ke rumah Lia.


Mia berkata kepada Lia sambil menangis, "terima kasih ya Lia, kamu memang sahabat sejatiku. Aku tidak tahu apa yang bisa kulakukan untuk membalas kebaikanmu, sungguh terima kasih." 


"Kita adalah sahabat, Mia. Kita akan selalu saling mendukung dalam suka dan duka, begitu pula jika aku sedang kesulitan kamu pasti akan membantuku kan?" Lia tersenyum dan memeluk Mia. 


Kisah persahabatan Mia dan Lia menjadi bukti nyata jika sahabat yang sejati adalah saat seseorang siap berkorban serta memberi dukungan tanpa syarat kepada sahabatnya, seperti Lia. Mereka akhirnya belajar jika kita mempunyai sahabat sejati, tidak ada kata mustahil di dunia ini.


Komentar

Rekomendasi

SASASTRA - Roda Itu Berputar

SASASTRA - Abu-abu by Nofiaara

SOTD - Pangeran di Balik Topeng

SOTD - Yang Tak Terucap

SOTD — Mawar yang Tak Pernah Layu