SASASTRA - Followers by Accident
Followers by Accident
Oleh: Mim
Rizkita, Rachel, Hafizah, Meisya, dan Elfira merupakan lima bersahabat yang sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas ternama yang ada di Yogyakarta. Suatu hari, setelah selesai mengikuti kelas perkuliahan mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak dan menikmati makan siang di kantin yang ada di kampus mereka. Mereka berlima berjalan keluar kelas dan melewati lorong kampus dengan raut wajah tidak beraturan karena lelah, lapar, dan lesu. Jarak kantin dengan kelas mereka lumayan jauh, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama, apalagi mereka hanya berjalan kaki. Saat di jalan, Elfira menyeletuk kepada teman-temannya sambil bercanda agar perjalanan mereka ke kantin tidak terasa lama."Eh, guyss...misal suatu saat di antara kita ada yang tiba-tiba punya pacar jangan lupa traktir makan ya", kata Elfira sambil bercanda.
Meisya, satu-satunya di antara mereka yang sudah memiliki pacar pun menyahut.
"Boleh, ide bagus itu. Apa perlu aku minta cowokku kenalin temennya ke kalian ya?"
Rachel yang terkenal paling alim dan dijuluki sebagai "ukhti" di antara mereka merespon perkataan Meisya dan tidak lupa sedikit berceramah bak kultum ustadzah pada umumnya.
"Heh, bertaubatlah nak. Kalian kok pada mikir pacaran sih, itu kan dilarang agama. Pacaran itu mendekati zina loh. Lagian kenapa sih Elfira, kamu kan udah bahagia jadi jomblo gini malah pengen punya pacar, nambah beban aja. Mending jadi jomblo fisabilillah aja."
Elfira yang masih tidak terima dengan kultum sang ustadzah pun kembali menjawab.
"Siapa juga yang mau pacaran, ini kan cuma perandaian aja. Siapa tau Rizkita atau Hafizah atau malah kamu sendiri tiba-tiba punya pacar kan lumayan bisa traktir aku, hehee."
Hafizah, si paling periang dan dikenal sebagai pencair suasana di antara mereka tiba-tiba saja hari itu banyak diam. Hari itu ia merasa kurang enak badan karena perutnya sakit. Walaupun sedang sakit, kalau bab kumpul dan quality time dengan sahabat-sahabatnya, dia paling tidak bisa ditinggal. Sehingga, Hafizah pun hanya tersenyum dan sedikit menanggapi ucapan Elfira tersebut.
"Hmmm...ya boleh deh. Doain dulu jodohku anak kedokteran dari kampus sebelah ya, hehe," kata Hafizah.
Meskipun sedang sakit, dia tetap saja mampu mencairkan suasana dan membuat temannya tertawa kecil karena hampir setiap saat pembahasan mengenai jodoh ia selalu mengucapkan kalimat tersebut berulang-ulang.
Di sisi lain, Rizkita, yang dikenal sebagai independent woman di antara mereka, juga tidak banyak menanggapi perkataan Elfira tersebut.
"Hmmm...boleh deh fir, ide kamu bagus. Tapi aku sih berdoa supaya kamu duluan yang punya pacar, biar kamu bisa traktir aku," kata Rizkita kepada Elfira.
Tak terasa, mereka sudah sampai di kantin. Mereka mulai kebingungan memilih menu makan siang yang akan dipilih. Setelah berdiskusi dan berpikir cukup lama, akhirnya Rizkita yang paling dulu menentukan pilihan menunya.
"Aku mau makan nasi bakar. Siapa mau?" tanya Rizkita kepada keempat sahabatnya yang masih kebingungan memilih menu makan siang hari itu.
"Aku," jawab Rachel secara singkat.
"Akuuu, aku, aku juga," Hafizah pun menyusul menjawab pertanyaan Rizkita.
"Oke, Elfira sama Meisya kau mau apa?" tanyanya kepada dua temannya yang lain.
"Aku mau chicken katsu aja deh," jawab Meisya.
"Aku juga mauuuuu, nitip 1 ya Mei," ucap Elfira kepada Meisya.
Singkatnya, setelah menunggu beberapa saat menu yang mereka pesan akhirnya datang. Rizkita, Rachel, Hafizah, Elfira, dan Meisya mulai menikmati menu makan siang mereka sambil bercengkrama. Ada saja topik yang mereka bahas, mulai dari materi kuliah yang tadi mereka pelajari, project akhir dari dosen, rencana liburan, diskon dan promo e-commerce, sampai menghayal bab jodoh.
Setelah selesai menyantap makan siang, mereka membayar makanan masing-masing ke kasir, dan kembali ke tempat semula. Mereka belum siap berpisah hari itu dan pulang ke kos masing-masing. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengobrol lagi dengan topik yang ngalor-ngidul seperti biasanya. Namun, tiba-tiba obrolan mereka yang terdengar asyik itu harus terhenti karena Elfira mengacaukan suasana percakapan mereka.
"Eh, guys itu HP mas yang tadi ketinggalan," kata Elfira sambil menunjuk tempat duduk di meja sebelah.
Sepertinya pria itu tidak sadar jika HP-nya tertinggal di meja yang ia gunakan tadi. Ia bersama teman-temannya bergegas pergi, sepertinya mereka terburu-buru, sehingga Elfira dan para sahabatnya tidak sempat memanggilnya.
"Eh, gimana guys? Udah keburu jauh ini," ucap Elfira sedikit cemas.
"Sudah kamu ambil aja itu, kita simpenin dulu, tunggu paling beberapa menit lagi ingat dan balik ke sini lagi," ucap Meisya kepada Elfira.
Akhirnya, Elfira mengambil HP itu dan rasa ingin tahunya mulai muncul. Dia mengamati HP tersebut dan menemukan identitas nama pemiliknya di balik softcase HP tersebut. Ia mendapati tulisan "Akbar" dan memberitahukan kepada para sahabatnya.
"Eh, kalian punya temen anak prodi olahraga apa gak, guys? Ini HP-nya Akbar," kata Elfira.
Elfira bisa menyimpulkan seperti itu karena sebelumnya ia melihat pria itu memakai kaos dan atribut olahraga. Selain itu teman-temannya juga berpakaian yang sama, bak atlet ataupun pemain club bola. Sehingga ia menyimpulkan bahwa pemilik HP tersebut adalah mahasiswa prodi olahraga.
"Ya, gak tau lah, gak punya temen dari prodi olahraga," jawab Hafizah.
"Aku ada temen, bentar aku tanya dulu ya," kata Meisya memberi secercah harapan pada Elfira.
Di saat yang sama, muncul notifikasi dari HP tersebut dari akun instagram @xxx. Kemudian, Elfira memberitahukan pada sahabat-sahabatnya. Rizkita menyarankan untuk stalking akun tersebut dan menemukan teman dari pemilik HP agar bisa dihubungi.
"Coba cari di instagramnya, stalking temennya, siapa tau bisa dihubungi," saran Rizkita.
"Iya, bener juga itu, coba cari di instagram dulu," imbuh Rachel.
Setelah beberapa menit kemudian, …..
"Guys, masnya bentar lagi ke sini mau ambil HP-nya", kata Elfira dengan semangat.
"Hah, seriusan? Bagus deh, dandan dulu...dandan gih, mau ketemu cowok nih," ejek Meisya pada Elfira.
"Seriusan, Fir?" tanya Rizkita ragu.
"Duarius, ini aku coba DM temennya udah dijawab, bentar lagi masnya mau ke sini," jawab Elfira dengan yakin.
Beberapa menit kemudian, terlihat seorang pria terlihat kebingungan di sekitaran tempat Elfira menemukan HP yang diyakini milik pria bernama Akbar itu. Pria itu melihat ke arah meja sebelah, dimana Elfira dan keempat sahabatnya sedang duduk dan bercengkerama.
"Permisi mbak, maaf mau tanya," ucap pria tersebut.
Di sisi lain, Elfira sudah bersiap menyambut pertanyaan dari pria tersebut. Sedangkan Hafizah, Rizkita, dan Rachel hanya diam sambil menahan senyum karena yakin bahwa itu pasti pemilik HP yang sedang dibawa oleh Elfira. Sementara Meisya bersiap menjawab pertanyaan pria tersebut, tapi kalah cepat dengan Elfira.
"Iya, gimana mas?" jawab Elfira singkat.
"Saya lagi cari HP saya yang ketinggalan di meja sebelah tadi, mbak lihat atau tidak ya?" tanya pria itu kepada Elfira.
"Oh, iya. Ini HP-nya mas." ucap Elfira sambil mengulurkan tangan menyerahkan HP tersebut pada pria itu.
"Oh, ya ampun, iya betul. Makasih ya mbak. Saya pergi dulu." ucap pria itu sambil berlalu meninggalkan Elfira dan keempat sahabatnya yang tengah menahan tawa karena melihat tingkah Elfira.
Setelah itu, suasana kembali riuh karena keempat sahabat Elfira mulai mengejek tingkah Elfira saat bertemu dengan pemilik HP tersebut. Namun, lagi dan lagi Elfira kembali menghebohkan keempat sahabatnya itu.
"Omgggggg, wow, omaigat, mimpi apa aku semalam," ucap Elfira sangat ekspresif dan bersemangat.
"Hmmm, bau bau aneh ini," ucap Hafizah.
"Kalian tau gak? Masnya tadi follow instagram aku guysss," jawab Elfira konsisten dengan nada dan raut semangat.
"Omg, wow, speechless," sahut Hafizah.
"Wow, tidak bisa ber-word-word," sahut Meisya.
"Sudah sudah, itu cuma sosmed guys...jangan berharap lebih," ucapan Rachel membuat Elfira dan tiga sahabat lainnya tertegun.
..........
*Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata. Mohon maaf jika ada kesamaan nama atau tempat
Meisya, satu-satunya di antara mereka yang sudah memiliki pacar pun menyahut.
"Boleh, ide bagus itu. Apa perlu aku minta cowokku kenalin temennya ke kalian ya?"
Rachel yang terkenal paling alim dan dijuluki sebagai "ukhti" di antara mereka merespon perkataan Meisya dan tidak lupa sedikit berceramah bak kultum ustadzah pada umumnya.
"Heh, bertaubatlah nak. Kalian kok pada mikir pacaran sih, itu kan dilarang agama. Pacaran itu mendekati zina loh. Lagian kenapa sih Elfira, kamu kan udah bahagia jadi jomblo gini malah pengen punya pacar, nambah beban aja. Mending jadi jomblo fisabilillah aja."
Elfira yang masih tidak terima dengan kultum sang ustadzah pun kembali menjawab.
"Siapa juga yang mau pacaran, ini kan cuma perandaian aja. Siapa tau Rizkita atau Hafizah atau malah kamu sendiri tiba-tiba punya pacar kan lumayan bisa traktir aku, hehee."
Hafizah, si paling periang dan dikenal sebagai pencair suasana di antara mereka tiba-tiba saja hari itu banyak diam. Hari itu ia merasa kurang enak badan karena perutnya sakit. Walaupun sedang sakit, kalau bab kumpul dan quality time dengan sahabat-sahabatnya, dia paling tidak bisa ditinggal. Sehingga, Hafizah pun hanya tersenyum dan sedikit menanggapi ucapan Elfira tersebut.
"Hmmm...ya boleh deh. Doain dulu jodohku anak kedokteran dari kampus sebelah ya, hehe," kata Hafizah.
Meskipun sedang sakit, dia tetap saja mampu mencairkan suasana dan membuat temannya tertawa kecil karena hampir setiap saat pembahasan mengenai jodoh ia selalu mengucapkan kalimat tersebut berulang-ulang.
Di sisi lain, Rizkita, yang dikenal sebagai independent woman di antara mereka, juga tidak banyak menanggapi perkataan Elfira tersebut.
"Hmmm...boleh deh fir, ide kamu bagus. Tapi aku sih berdoa supaya kamu duluan yang punya pacar, biar kamu bisa traktir aku," kata Rizkita kepada Elfira.
Tak terasa, mereka sudah sampai di kantin. Mereka mulai kebingungan memilih menu makan siang yang akan dipilih. Setelah berdiskusi dan berpikir cukup lama, akhirnya Rizkita yang paling dulu menentukan pilihan menunya.
"Aku mau makan nasi bakar. Siapa mau?" tanya Rizkita kepada keempat sahabatnya yang masih kebingungan memilih menu makan siang hari itu.
"Aku," jawab Rachel secara singkat.
"Akuuu, aku, aku juga," Hafizah pun menyusul menjawab pertanyaan Rizkita.
"Oke, Elfira sama Meisya kau mau apa?" tanyanya kepada dua temannya yang lain.
"Aku mau chicken katsu aja deh," jawab Meisya.
"Aku juga mauuuuu, nitip 1 ya Mei," ucap Elfira kepada Meisya.
Singkatnya, setelah menunggu beberapa saat menu yang mereka pesan akhirnya datang. Rizkita, Rachel, Hafizah, Elfira, dan Meisya mulai menikmati menu makan siang mereka sambil bercengkrama. Ada saja topik yang mereka bahas, mulai dari materi kuliah yang tadi mereka pelajari, project akhir dari dosen, rencana liburan, diskon dan promo e-commerce, sampai menghayal bab jodoh.
Setelah selesai menyantap makan siang, mereka membayar makanan masing-masing ke kasir, dan kembali ke tempat semula. Mereka belum siap berpisah hari itu dan pulang ke kos masing-masing. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengobrol lagi dengan topik yang ngalor-ngidul seperti biasanya. Namun, tiba-tiba obrolan mereka yang terdengar asyik itu harus terhenti karena Elfira mengacaukan suasana percakapan mereka.
"Eh, guys itu HP mas yang tadi ketinggalan," kata Elfira sambil menunjuk tempat duduk di meja sebelah.
Sepertinya pria itu tidak sadar jika HP-nya tertinggal di meja yang ia gunakan tadi. Ia bersama teman-temannya bergegas pergi, sepertinya mereka terburu-buru, sehingga Elfira dan para sahabatnya tidak sempat memanggilnya.
"Eh, gimana guys? Udah keburu jauh ini," ucap Elfira sedikit cemas.
"Sudah kamu ambil aja itu, kita simpenin dulu, tunggu paling beberapa menit lagi ingat dan balik ke sini lagi," ucap Meisya kepada Elfira.
Akhirnya, Elfira mengambil HP itu dan rasa ingin tahunya mulai muncul. Dia mengamati HP tersebut dan menemukan identitas nama pemiliknya di balik softcase HP tersebut. Ia mendapati tulisan "Akbar" dan memberitahukan kepada para sahabatnya.
"Eh, kalian punya temen anak prodi olahraga apa gak, guys? Ini HP-nya Akbar," kata Elfira.
Elfira bisa menyimpulkan seperti itu karena sebelumnya ia melihat pria itu memakai kaos dan atribut olahraga. Selain itu teman-temannya juga berpakaian yang sama, bak atlet ataupun pemain club bola. Sehingga ia menyimpulkan bahwa pemilik HP tersebut adalah mahasiswa prodi olahraga.
"Ya, gak tau lah, gak punya temen dari prodi olahraga," jawab Hafizah.
"Aku ada temen, bentar aku tanya dulu ya," kata Meisya memberi secercah harapan pada Elfira.
Di saat yang sama, muncul notifikasi dari HP tersebut dari akun instagram @xxx. Kemudian, Elfira memberitahukan pada sahabat-sahabatnya. Rizkita menyarankan untuk stalking akun tersebut dan menemukan teman dari pemilik HP agar bisa dihubungi.
"Coba cari di instagramnya, stalking temennya, siapa tau bisa dihubungi," saran Rizkita.
"Iya, bener juga itu, coba cari di instagram dulu," imbuh Rachel.
Setelah beberapa menit kemudian, …..
"Guys, masnya bentar lagi ke sini mau ambil HP-nya", kata Elfira dengan semangat.
"Hah, seriusan? Bagus deh, dandan dulu...dandan gih, mau ketemu cowok nih," ejek Meisya pada Elfira.
"Seriusan, Fir?" tanya Rizkita ragu.
"Duarius, ini aku coba DM temennya udah dijawab, bentar lagi masnya mau ke sini," jawab Elfira dengan yakin.
Beberapa menit kemudian, terlihat seorang pria terlihat kebingungan di sekitaran tempat Elfira menemukan HP yang diyakini milik pria bernama Akbar itu. Pria itu melihat ke arah meja sebelah, dimana Elfira dan keempat sahabatnya sedang duduk dan bercengkerama.
"Permisi mbak, maaf mau tanya," ucap pria tersebut.
Di sisi lain, Elfira sudah bersiap menyambut pertanyaan dari pria tersebut. Sedangkan Hafizah, Rizkita, dan Rachel hanya diam sambil menahan senyum karena yakin bahwa itu pasti pemilik HP yang sedang dibawa oleh Elfira. Sementara Meisya bersiap menjawab pertanyaan pria tersebut, tapi kalah cepat dengan Elfira.
"Iya, gimana mas?" jawab Elfira singkat.
"Saya lagi cari HP saya yang ketinggalan di meja sebelah tadi, mbak lihat atau tidak ya?" tanya pria itu kepada Elfira.
"Oh, iya. Ini HP-nya mas." ucap Elfira sambil mengulurkan tangan menyerahkan HP tersebut pada pria itu.
"Oh, ya ampun, iya betul. Makasih ya mbak. Saya pergi dulu." ucap pria itu sambil berlalu meninggalkan Elfira dan keempat sahabatnya yang tengah menahan tawa karena melihat tingkah Elfira.
Setelah itu, suasana kembali riuh karena keempat sahabat Elfira mulai mengejek tingkah Elfira saat bertemu dengan pemilik HP tersebut. Namun, lagi dan lagi Elfira kembali menghebohkan keempat sahabatnya itu.
"Omgggggg, wow, omaigat, mimpi apa aku semalam," ucap Elfira sangat ekspresif dan bersemangat.
"Hmmm, bau bau aneh ini," ucap Hafizah.
"Kalian tau gak? Masnya tadi follow instagram aku guysss," jawab Elfira konsisten dengan nada dan raut semangat.
"Omg, wow, speechless," sahut Hafizah.
"Wow, tidak bisa ber-word-word," sahut Meisya.
"Sudah sudah, itu cuma sosmed guys...jangan berharap lebih," ucapan Rachel membuat Elfira dan tiga sahabat lainnya tertegun.
..........
*Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata. Mohon maaf jika ada kesamaan nama atau tempat
Komentar
Posting Komentar