SERBA-SERBI SEMINAR NASIONAL NCC 2023: DIGITALISASI EKONOMI


Suasana di ruang Seminar Nasional NCC 2023
Sumber: dokumentasi NCC 2023

Koperasi Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (Kopma UNY) mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Grow and Develop with Cooperatives: Mewujudkan Mahasiswa yang Bersinergi Demi Ciptakan Wirausaha Muda Mandiri melalui Digitalisasi” pada Minggu, 21 Mei 2023. Seminar ini dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian acara NCC (National Cooperative Concourse). Seminar diselenggarakan secara luring di Gedung Pusat Layanan Akademik (PLA) Fakultas Bahasa Seni dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta. Acara ini menghadirkan Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.M.A. dan Hasnil Afrizal Muttaqien, S.Si, CPNLP, CHt. sebagai pembicara, serta H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. sebagai keynote speakers yang bergabung melalui zoom meeting.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia saat memberikan keynote speech melalui zoom meeting
Sumber: dokumentasi NCC 2023

Sandiaga Salahuddin Uno selaku keynote speakers menyampaikan bahwa tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara emas dengan bonus demografi tinggi. Saat ini, Indonesia berada di peringkat 3 besar dunia dengan selisih dari Amerika dan Korea Selatan dalam kategori Ekonomi Kreatif (Ekokraf). Dalam hal ini, Ekonomi Kreatif (Ekokraf) memiliki pengertian secara umum sebagai proses ekonomi di mana terdapat produksi dan distribusi barang dan jasa dengan sebuah gagasan dan ide kreatif serta kemampuan intelektual. Dengan kata lain, ekokraf merupakan salah satu masa depan Indonesia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) terus mendorong generasi muda Indonesia untuk memanfaatkan dan mengembangkan ekonomi kreatif. Wirausaha muda harus memiliki sikap inovatif, kolaboratif, berani mengambil risiko, dapat menjaga relasi, mampu mengasah softskill, dan memiliki prinsip 4As (kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas).

Moderator dan pembicara Seminar Nasional NCC 2023
Sumber: dokumentasi NCC 2023

Collaboration of Success: Memanfaatkan Digitalisasi untuk Menumbuhkan Wirausahawan Muda Mahasiswa

Hasnil Afrizal Muttaqien, selaku pembicara pertama menekankan bahwa bisnis itu sulit. Maka dari itu diperlukan sebuah kreativitas tinggi. Bisnis tidak bisa hanya sekadar berorientasi pada uang. Bisnis yang sukses adalah bisnis yang berorientasi pada suatu impian. Pada kesempatan ini pula, Hasnil Afrizal menyampaikan 4 kesalahan ketika dirinya memulai berbisnis dahulu.

Pertama, tidak mengukur dengan uang. Meskipun tidak sepenuhnya berorientasi pada uang, bagus tidaknya sebuah bisnis diukur dari uang. Sebab, tujuan utama bisnis adalah menghasilkan uang. Namun, ada perbedaan dalam cara pandang di sini. Orang-orang sukses akan mengutamakan pada aktivitas bisnisnya ketimbang memperhatikan gaya hidupnya.

Kedua, salah kuadran (cash flow). Bisnis adalah pilihan dari salah satu kuadran menghasilkan uang. Terdapat 4 cara menghasilkan uang (cashflow), antara lain, sebagai karyawan (E), pemilik bisnis (B), wiraswasta (S), investasi (I). Dalam hal ini pula, circle sangat berpengaruh terhadap kuadrannya. Kenyataannya, circle akan memengaruhi mindset, cara hidup, persiapan, dan peluang bisnis. Maka lebih baik memiliki circle yang sesuai kuadran.

Ketiga, terlalu fokus ke produk. Sebelum mengembangkan suatu produk, alangkah baiknya terlebih dahulu untuk memilih dan mempertimbangkan pasar. Misal ketika dijual ke kalangan menengah ke bawah harga tersebut bisa saja dianggap kemahalan, tetapi ketika dijual ke kalangan menengah ke atas harga tersebut dianggap kemurahan. Apabila salah dalam memilih target pasar/market, pertumbuhan produk akan terhambat. Kuncinya adalah carilah produk untuk customer, bukan cari customer untuk produk. Di sini inovasi juga diperlukan untuk pembaharuan produk. Misalnya, sebuah cokelat diproduksi dengan rasa rendang. Pasti mengundang banyak rasa penasaran orang.

Terakhir, salah bangun pondasi. Pondasi pebisnis adalah diri sendiri alias ownership. Ownership sebagai pondasi bisnis juga memerlukan kemampuan leadership, spiritual, dan entrepreneurship yang baik. Selain itu, disebutkan pula pilar bisnis, yakni marketing, finansial, operasional, dan sumber daya manusia (SDM). Semuanya harus bisa berjalan dengan seimbang.

Hasnil Afrizal Muttaqien saat menyampaikan materi Sumber: dokumentasi NCC 2023

“Bakat adalah skill, bukan warisan. Bisnis adalah keterampilan,” tutur CEO EKA FARM & Konsultan Keuangan Keluarga tersebut di pungkasan materi.


Sinergi Mahasiswa dalam Mewujudkan Digitalisasi Ekonomi melalui Pemberdayaan Ekonomi Kreatif

Mengangkat materi mengenai potensi ekonomi digital Indonesia, Srie Nurkyatsiwi menyampaikan perlunya perencanaan data dan setting target. Data menunjukkan >270 juta jiwa total populasi orang Indonesia, sebanyak 196,7 juta jiwa merupakan pengguna internet berdasarkan survei APJII. Sementara untuk realisasi ekonomi digital itu sendiri telah mencapai 410 T pada 2021 dan diperkirakan potensi ekonomi digital Indonesia mampu menembus angka 4.531 T pada 2030.

Berdasarkan laporan Startup Ranking, per tahun 2022 Indonesia telah memiliki 2.346 startup. Sedangkan menurut Good Stats, Indonesia telah memiliki 2 Decacorn dan 8 Unicorn. Jumlah yang cukup memuaskan dari gambaran potensi digitalisasi ekonomi Indonesia. Kondisi ini didukung dengan pernyataan bahwa literasi digital Indonesia berada pada peringkat ketiga setelah Singapura dan Thailand. Namun, tetap saja Indonesia masih banyak membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 15 tahun ke depan untuk menjadi wirausaha muda mandiri yang merupakan salah satu kunci penting untuk mengembangkan perekonomian Indonesia. Permasalahannya masih banyak yang kesulitan dalam memulai usaha karena berbagai faktor seperti modal, jaringan, dan pengetahuan bisnis yang kurang memadai. Dalam problema ini, digitalisasi hadir menjadi solusi untuk mengatasinya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.M.A saat menyampaikan materi Sumber: dokumentasi NCC 2023

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY tersebut memaparkan, melalui digitalisasi wirausaha dapat memeroleh akses informasi dan sumber daya yang lebih luas. Teknologi pada era kemajuan zaman dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan strategi bisnis, mencari peluang pasar, serta membangun jaringan dengan para pelaku bisnis. Di sisi lain, digitalisasi juga membantu dalam memeroleh modal melalui platform crowdfunding atau pembiayaan online lainnya. Hal ini menggambarkan masa depan digitalisasi yang semakin memegang peranan penting dalam dunia bisnis. Namun sebagai seorang wirausaha Indonesia, selain mengembangkan inovasi yang berdaya saing global, budaya-budaya lokal harus tetap dipertahankan dan disertakan dalam kreativitas bisnis.


Mahasiswa sebagai Wirausaha Muda Mandiri

Trend bisnis digital semakin berkembang seiring bertambahnya kecanggihan teknologi. Indonesia memiliki potensi besar untuk memajukan ekonomi kreatif melalui wirausaha-wirausaha muda mandiri yang berkomitmen. Potensi ini juga dapat dilihat dari besarnya peluang literasi digital oleh masyarakat umum yang menjadikan semakin bertumbuhnya digitalisasi bisnis. Bisnis digital ini memiliki keunggulan yang menjanjikan di masa depan, antara lain, bersifat dinamis dan inovatif, memiliki jangkauan pasar luas, dan mampu bertahan dalam jangka panjang karena teknologi akan semakin bertransformasi lebih maju. Selain itu, bisnis digital identik dengan kenyamanan dan kemudahan pada pelanggan, penghasilan tidak terbatas, dan proses bisnis cepat, dan tentunya efisien. Sebagai kaum muda pergerakan, mahasiswa sepatutnya berani mencoba memanfaatkan peluang pasar digital yang ada, sebab dominan mahasiswa pastinya telah melek digital.


Pemenang Tiga Cabang Lomba NCC

Seusai seminar nasional, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba NCC pada tiga cabang, yakni lomba business plan, business case, dan lomba cerdas cermat koperasi. Masing-masing lomba mengambil 3 besar dengan satu kategori tambahan best speaker. Juara 3 lomba business plan, yakni perwakilan tim Unstoppable dari Universitas Negeri Yogyakarta, juara 2 diraih oleh tim C-Card dari Politeknik LPP Yogyakarta, dan juara 1 diraih oleh tim Jembatan Penghubung dari Universitas Mataram. Sementara, peraih best speaker untuk cabang ini, yakni Cenito Juan Ananda dari Universitas Mataram. Lanjut ke cabang lomba business case, juara 3 diraih oleh tim Soniv dari Universitas Ahmad Dahlan, juara 2 oleh tim Moonglade dari Universitas Mataram, juara 1 diraih oleh tim ABC Durian dari Universitas Negeri Yogyakarta, dan peraih best speaker adalah M.Andreza dari Universitas Mataram. Cabang lomba terakhir, yakni lomba cerdas cermat koperasi dengan juara 3 diraih oleh tim Moonglade dari Universitas Mataram, juara 2 tim C-Card dari Politeknik LPP Yogyakarta, dan juara 1 diraih oleh tim Shava dari Universitas Udayana.

“Kalau dari aku sih sebenarnya kita emang udah set satu tim dari awal udah sepakat mau ikut lomba business case ini jadi kita masing-masing udah tentuin, masing-masing dari kita kualifikasinya dari apa. Kalau dari aku accounting, dan yang lain dari bagian marketing juga. Jadi satu tim bener-bener ada bagian-bagiannya ketika nanti dihadapkan sama case yang bermacam-macam tuh kita bisa self dari case.” Terang salah satu anggota dari tim ABC Durian. ”Kemarin kita dapat case untuk menyelesaikan masalah dari kopma jadi mostly case-nya itu mengenai pengelolaan persediaan  sama ketercapaian APBK. Nah, kita identifikasi itu. Kita cari  solusi yang bener-bener bisa dikasih solve problem. Dari proposal kita diusulkan program-program yang mana kita mengaktualisasi lagi penjualan dari kopma itu untuk meningkatkan ketercapaian APBK. Terus kita juga untuk bagian pengelolaan ketersediaan kita usulkan masalah terkait program SOP, dsb. Jadi untuk kelola persediaan bisa tercapai. Kami dengan grand judul mari kita Hi Tech Hit Earth Innovation untuk meningkatkan digitalisasi kopma,” lanjutnya ketika ditanya mengenai konsep lomba.

Sementara dari tim Moonglade yang mengetahui lomba NCC dari media sosial, menyatakan kesiapannya terhadap perlombaan membutuhkan waktu satu minggu. “Ikut 3 cabang lomba, dan ketiganya lolos. Untuk persiapannya sendiri kita agak susah sih sebenarnya. Karena apa ya, gimana. Persiapannya juga butuh waktu gitu, kan (time management-nya). Apalagi di business case ini paling susah. First time juga kita buat business case dan Alhamdulillah. Lebih struggle di business case. Untuk persiapan, berapa ya, seminggu/presentasi pertama dan begadang sampai jam 5 untuk business case,” ungkap salah satu anggota dari tim Moonglade.

Terakhir, masing-masing narasumber menyampaikan kesan dan pesan terhadap NCC 2023. “Kalau dari awal sebenarnya udah bagus, mungkin bisa ditingkatkan lagi di estimasi waktu karena BCC kemarin mepet waktunya untuk paper kedua khususnya. Jadi bisa diantisipasi lagi untuk waktunya untuk BCC itu seberapa lama. Adapun untuk overall aku sangat bangga bisa bergabung di sejarah lomba-lomba kopma UNY.”

“Karena baru pertama kali keluar daerah. Jadinya kesannya sangat bagus juga melihat suasana jogja yang sangat enak dilihat, enak dipandang. Terus pertama kali juga main-main ke UNY. Diajak sama kakak LO-nya jalan-jalan, itu thank you banget buat kakak LO kita yang sudah berjasa banget. Kayak jadi private tour gitu ya. Untuk pesannya semoga bagus-baguslah untuk kedepan-kedepannya.”

 


Oleh: Hanugrah Kerin

Reporter : Ariska Rafika, Muhammad Ilham, Hanugrah Kerin

Editor : Ariska Rafika, Risma Novita


Komentar

Rekomendasi

SASASTRA - Roda Itu Berputar

SASASTRA - Abu-abu by Nofiaara

SOTD - Pangeran di Balik Topeng

SOTD - Yang Tak Terucap

SOTD — Mawar yang Tak Pernah Layu