SASASTRA: Cerpen
TANPA UJUNG
Karya: Heni
Seila merupakan tokoh pertama dalam cerita ini, ia merupakan sosok yang sulit ditebak, namun ia termasuk manusia pendiam. Zeza merupakan tokoh kedua dalam cerita ini sekaligus sahabat dekat Seila. Hanya dengan Zeza saja Seila dapat menjadi sosok yang cerewet dan penuh keantusiasan. Seila dan Zeza dipertemukan di sebuah Sekolah Menengah Atas lebih tepatnya di Kota Bandung. Mereka dipertemukan di kelas yang sama yaitu kelas IPS 2. Awal pertemuan mereka sangat tidak diduga karena saat itu Seila tidak sengaja menumpahkan minuman yang ia beli di baju Zeza. Untung saja saat itu Zeza tidak marah besar karena Zeza tahu Seila tidak sengaja menumpahkannya dan lagi pula air yang tumpah di bajunya hanya sebesar buah apel. Mulailah dari kejadian itu mereka sangat dekat, dimana sifat Seila yang dikenal pendiam pun telah lenyap dihadapan Zeza.
Mereka melewatkan semua moment persahabatanya di sekolah hingga merambat pada rasa mengagumi dengan lawan jenis. Dimana saat itu Seila menceritakan bahwa ia tidak sengaja bertemu dengan kakak kelas yang sedang bermain basket, mulai dari situ Seila merasa ingin tahu siapa sosok yang dapat mencuri perhatiannya, dan pada akhirnya Seila tahu bahwa nama kakak kelas itu adalah Aldo. Kak Aldo merupakan sosok pria idaman para wanita dimana ia tidak hanya pandai di bidang non akademik saja melainkan juga di bidang akademik, terbukti bahwa ia memenangkan beberapa perlombaan di bidang ekonomi. Namun disayangkan sekali di saat keasikannya bercerita tentang Kak Aldo, tanpa sadar raut wajah Zeza berubah seperti menunjukkan bahwa ia tidak suka jika sesuatu yang dimiliknya disukai orang lain. Dari kejadian itu Seila merasa bahwa Zeza menjaga jarak dengannya dan dengan usahanya Seila dapat kembali dekat dengan Zeza.
Ternyata, Kak Aldo merupakan kakak kandung Zeza yang merupakan anggota keluarga yang paling Zeza sayangi selain ayahnya. Zeza merasa bahwa Kak Aldo adalah hidupnya, tanpa adanya Kak Aldo ia tidak tahu bagaimana menjalani hari-harinya dahulu saat dunia tidak memihaknya. Di saat keharmonisan keluarga kecil yang diidam-idamkan orang-orang tanpa sebab keluarga tersebut hancur dan penuh luka. Hanya Kak Aldo saja yang dimiliki Zeza saat ini untuk berkeluh kesah selain dengan Seila, dan Zeza merasa jika sahabatnya menyukai kakaknya maka kemungkinan kakaknya akan lebih perhatian kepada Seila bukan lagi dengannya yang statusnya adik kandungnya.
Komentar
Posting Komentar