Kumpulan Karya Essay Tema Pendidikan
PERMASALAHAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA
Oleh: Meinisa Dwi Yanti
Untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara yang maju perlu diimbangi dengan pendidikan yang berkualitas. Namun, pendidikan di Indonesia sendiri kualitasnya masih sangat rendah dibandingkan dengan negara lain. Banyak faktor yang mempengaruhi hal itu. Seperti biaya pendidikan yang tidak terjangkau, lingkungan yang tidak mendukung, faktor internal peserta didik, sarana dan prasarana pendukung, metode dalam mengajar, kompetensi pendidik, sistem pendidikan yang tidak relevan, keterjangkauan lokasi sekolah, pemerataan kualitas pendidikan, bahan ajar yang kurang sesuai, kurikulum yang berubah-ubah, dan lainlain.
Kurikulum yang berasal dari kata curir (pelari) dan curere (tempat berpacu), pada mulanya digunakan dalam dunia olahraga. Kemudian, kurikulum mendapat tempat di dunia pendidikan, kurikulum memiliki pengertian sebagai suatu rencana dan pengaturan mengenai sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari peserta didik dalam menempuh pendidikan di lembaga pendidikan. Di Indonesia, dalam pasal 1 ayat 19 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan yaitu kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Dari pengertian kurikulum di atas kita tahu bahwa kurikulum merupakan alat untuk tercapainya tujuan pendidikan, juga sebagai pedoman dalam terlaksananya pendidikan. Pembaruan kurikulum perlu dilakukan, untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang senantiasa berubah. Biasanya, perubahan kurikulum bersifat sebagian yaitu hanya pada komponen tertentu, dan bersifat menyeluruh atau keseluruhan yaitu semua komponen kurikulum. Perubahan kurikulum menyangkut berbagai faktor, baik orang-orang yang terlibat dalam pendidikan dan faktor-faktor penunjang dalam pelaksanaan pendidikan. Sebagai konsekuensi dari perubahan kurikulum juga akan mengakibatkan perubahan dalam operasionalisasi kurikulum tersebut, baik orang yang terlibat dalam pendidikan maupun faktor-faktor penunjang dalam pelaksanaan kurikulum.
Pada tahun 2022 ini, terdapat pembaruan kurikulum, yang diberi nama Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Kurikulum ini hadir dikarenakan untuk menanggulangi krisis pembelajaran pasca pandemi covid 19. Mendikbudristek Nadiem Makarim mengungkapkan, Kurikulum Merdeka hadir untuk menanggulangi krisis pembelajaran, juga untuk menciptakan generasi adaptif yang bisa menghadapi perubahan zaman dengan kemandirian. (Kemdikbud.go.id)
Namun, disetiap perubahan selalu diiringi dengan berbagai permasalahan. Contohnya saja kesiapan guru sebagai pendidik dalam menerapkan kurikulum merdeka. Karena, seperti yang kita tahu bahwa Kurikulum 2013 baru diterapkan di seluruh sekolah pada tahun 2018. Dalam artian, ada sebagian sekolah yang baru menerapkan Kurikulum 2013 kurang lebih tiga tahun dan sudah diharuskan berganti menjadi Kurikulum Merdeka. Untuk mendongkrak sebuah kualitas pendidikan pasti diperlukan guru-guru yang berkualitas.
Lalu apa saja permasalahan yang dialami oleh guru dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka?
1. Guru tidak memiliki pengalaman dengan kemerdekaan belajar
2. Keterbatasan referensi
3. Akses yang dimiliki dalam pembelajaran
4. Manajemen waktu
5. Kompetensi/ Skill yang memadai
Bercermin dari pelaksanaan Kurikulum 2013 yang dimana kurikulum menuntut para guru untuk melaksanakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Guru diharuskan menyajikan pembelajaran dengan berbagai macam metode dan kreatif. Namun, banyak guru yang mengajar dengan menerapkan metode ceramah (metode klasik lintas kurikulum). Kini, berdasar data yang dirilis oleh Kemendikbudristek, terdapat 60% guru yang masih terbatas dalam menguasai teknologi yang berarti hanya 40% guru yang dapat mempelajari Kurikulum Merdeka. Karena, pada Kurikulum Merdeka guru dituntut untuk mempelajari Kurikulum Merdeka secara mandiri melalu platform Merdeka Mengajar yang disediakan pemerintah.
Berdasarkan permasalahan yang sudah diuraikan, sebenarnya terdapat solusisolusi yang dapat membantu pengimplementasian Kurikulum Merdeka tersebut, yaitu:
1. Digital Literacy Dengan cara mencari berbagai macam informasi di dalam media sosial maupun internet dengan sumber aktual dan terpercaya.
2. Explore Referensi Bisa melalui Google Scholar atau seperti komunitas yang sering mengikuti pelatihan, seminar, workshop, atau webinar Nasional.
3. Akses Pembelajaran Lembaga pendidikan sudah seharusnya memberikan fasilitas yang dapat digunakan untuk menjangkau akses digital.
4. Manajemen Waktu Guru sudah seharusnya dapat mengatur waktu untuk menghadapi sebuah perubahan.
5. Skill yang Memadai
Guru harus mampu beradaptasi dengan cepat dan juga menguasai keterampilan dasar sesuai dengan kebutuhan di era digital seperti Ms.Word, pdf, ppt, exel, dan lain-lain. Dengan adanya pembaruan kurikulum yaitu Kurikulum Merdeka, diharapkan dapat menanggulangi krisis pembelajaran pasca pandemi covid 19. Namun, kesiapan guru juga perlu diperhatikan agar pengimplementasian kurikulum ini terlaksana dengan baik. Untuk itu, lembaga pendidikan perlu mengeluarkan solusisolusi yang tepat untuk permasalahan ini.
Membangun Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Kepramukaan
Oleh : Tri Handayani
Pendidikan karakter adalah pendidikan untuk membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti, yang hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang, yaitu tingkah laku yang baik, jujur, bertanggungjawab, menghormati hak orang lain, kerja keras dan sebagainya (Thomas Lickona, 1991). Pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik cerdas namun dengan pendidikan karakter dapat tercipta peserta didik yang memiliki budi pekerti dan sopan dalam kehidupan. Sekarang ini pendidikan karakter menjadi suatu hal yang penting dan merupakan prioritas utama dalam reformasi pendidikan. Persoalan perilaku peserta didik dijadikan perhatian khusus karena anak – anak adalah masa depan bangsa. Oleh karena itu, sekolah diharapkan proaktif untuk menggabungkan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Keluarga merupakan tempat pertama seoranga anak mendapatkan pendidikan karakter dan moral melalui kedua orangtuanya. Sehingga diharapkan sekolah dan orangtua siswa dapat bekerja sama dalam pengembangan karakter anak. Pendidikan karakter difokuskan pada nilai-nilai moral yang ada di dalam masyarakat. Selain sekolah dan orangtua pembelajaran karakter juga harus diajarkan di dalam masyarakat (Winaryati, 2014).
Apalagi di era globalisasi saat ini dimana dapat dengan mudah memperoleh informasi melalui teknologi yang semakin canggih peserta didik perlu diberi pendidikan karakter agar dapat menyikapi perubahan ini dengan bijak. Untuk memenuhi kebutuhan akan pendidikan karakter tersebut dapat dicapenuhi melalui kegiatan kepramukaan. Dalam Pasal 1 Ayat 4 UU RI No. 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka menjelaskan bahwa pendidikan kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia melalui penghayatan dan pengalaman nilai-nilai kepramukaan. Sehingga melalui pendidikan kepramukaan diharapkan generasi Indonesia dapat menjadi tunas bangsa yang berkarakter (ST.Hajar). Menurut Rohmat Kurnia (2015:1) pramuka merupakan kependekan dari Praja Muda Karana, yaitu organisasi kepemudaan, dimana para pemuda yang tergabung didalamnya dididik, diberikan beberapa keterampilan dengan tujuan untuk membentuk pemuda yang mandiri. Bahkan memiliki kepercayaan diri, disiplin dan memiliki jiwa setia kawan. Praja Muda Karana memiliki arti “Jiwa muda yang suka berkarya” diperkenalkan pertama kali di Indonesia oleh Ir. Soekarno yang merupakan presiden pertama Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961.
Pendidikan kepramukaan sebagai program ekstrakurikuler sudah diungkapkan dalam Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 pasal 2 menyebutkan “Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan menengah. Kegiatan Ekstrakurikuler wajib merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik.” (permendikbud nomor 63 tahun 2014)
Adapun peran kepramukaan dalam pendidikan karakter yaitu sebagai berikut :
1. Sebagai wadah pendidikan karakter bagi anak muda
Kepramukaan merupakan lembaga pendidikan yang dilakukan di luar sekolah dan keluarga yang berfungsi melengkapi pendidikan anak, remaja dan pemuda di sekolah dan rumah serta dilaksanakan oleh anggota pramuka itu sendiri. Di dalam kepramukaan dilaksanakan kegiatan yang bersifat positif, inovatif dan produktif sehingga pramuka dapat menjadi wadah yang tepat bagi anak muda untuk pengembangan karakter.
2. Membentuk kepribadian yang mudah beradaptasi
Di dalam pramuka dilatih bagaimana cara untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan disekelilingnya sesuai dengan lambang pramuka yaitu kelapa yang dapat tumbuh dimana saja, diharapkan setiap anggota pramuka dapat menjadi seseorang yang mudah beradaptasi terhadap lingkungannya. Hal ini berarti melalui pramuka ikut berperan aktif dalam mencetak pemuda penerus bangsa yang adaptif apalagi di era globalisasi sekarang ini.
3. Menciptakan karakter yang penuh tanggung jawab
Sesuai dengan Dasa Dharma pramuka yang ke sembilan di dalam pramuka diajarkan untuk selalu bertanggung jawab terhadap perilakunya. Sekarang ini rendahnya sikap tanggung jawab generasi muda menjadi suatu persoalan yang penting karena sikap ini merupakan sikap yang buruk bagi perkembangan bangsa ini. Melalui pramuka peserta didik akan dilatih untuk bertanggungjawab terhadap segala perilakunya agar dapat dipercaya dan diandalkan.
4. Meningkatkan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa
Dalam pramuka ditanamkan rasa takwa kepada Tuhan kepada peserta didik sesuai dengan Dasa Dharma pramuka yang pertama. Dengan ditanamkan rasa takwa itu diharapkan peserta didik dapat selalu mengingat Tuhan Yang Maha Esa serta mengamalkan ajaran yang dianutnya. Sehingga dapat mencetak generasi muda yang berwatak, berkepribadian dan berbudi luhur.
5. Membentuk watak dan akhlak yang mulia Sesuai dengan yang ada dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka bahwa semua kegiatan pramuka diarahkan untuk membina watak, kepribadian, dan akhlak mulia para anggotanya. Semua hal itu terbentuk melalui kegiatan pengamalan nilai moral Pancasila, pemahaman sejarah perjuangan bangsa, kesadaran berbangsa dan bernegara, dan lain sebagainya.
6. Menumbuhkan rasa percaya diri dan kebangsaan
Melalui kegiatan kepramukaan anggotanya menumbuhkan rasa percaya diri dan kebangsaan dalam dirinya. Sehingga dapat tetap berdiri ditengah arus perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat. Serta dapat dengan percaya diri untuk berkarya dan dapat mengharumkan nama bangsa.
7. Meningkatkan keterampilan bekerja sama
Dalam setiap kegiatan pramuka selalu ditekankan untuk bekerja sama hal ini dapat meningkatkan keterampilan anggotanya dalam bekerja di sebuah kelompok. Kemampuan bekerja sama merupakan hal yang sangat penting karena sangat berguna bagi kehidupan dalam jangka panjang. Serta sesuai dengan fitrah manusia yaitu merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain.
8. Meningkatkan rasa empati
Karena sering bekerja sama maka akan muncul rasa empati pada peserta didik, sehingga mereka dapat memposisikan dirinya sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Selain itu, karena rasa empati para peserta didik sudah terlatih maka mereka akan terhindar dari sikap egois dan rasa benar sendiri yang dapat membantu mereka untuk selalu berkembang di tengah lingkungan mereka.
9. Menanamkan nilai – nilai kejujuran
Sekarang ini nilai kejujuran pada generasi muda sudah mulai luntur oleh karena itu di dalam pramuka diajarkan untuk selalu jujur dan bertanggungjawab terhadap perilakunya sesuai dengan Dasa Dharma pramuka yang ke 9 yaitu “Bertanggungjawab dan dapat dipercaya”.
Di dalam pramuka kejujuran merupakan hal yang dijunjung tinggi sehingga ditanamkan nilai-nilai kejujuran pada para anggotanya sehingga bisa mencetak generasi muda yang jujur dan terindar dari perbuatan yang menyimpang. Di dalam pramuka terdapat Dasa Dharma Pramuka yang menjadi pegangan setiap anggota pramuka.
Dasa dharma pramuka merupakan 10 perbuatan yang terpuji atau mulia yang harus ditanamkan dan dimiliki serta dijadikan pedoman oleh setiap anggota pramuka dalam kehidupan sehari – hari. Adapun makna yang terkandung dalam dasa dharma pramuka yaitu :
1. Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa Sebagai manusia harus senantiasa mengingat Tuhan sebagai sang Maha Pencipta serta senantiasa mengamalkan ajaran yang dianut.
2. Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia Setiap anggota pramuka harus memiliki rasa cinta dan kasih baik terhadap sesama manusia maupun makhluk hidup lain yang ada di alam semesta.
3. Patriot yang Sopan dan Kesatria Setiap anggota pramuka harus memiliki sifat dan sikap sopan santun serta ikut serta dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sehingga tercipta kehidupan yang aman dan sejahtera.
4. Patuh dan Suka Bermusyawarah Setiap anggota pramuka harus menjalankan tugas dan perintah yang diberikan dengan patuh serta dalam setiap pengambilan keputusan harus melalui musyawarah yang mencapai mufakat.
5. Rela Menolong dan Tabah Setiap anggota pramuka harus memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi untuk menolong seseorang yang sedang membutuhkan bantuan serta harus tabah dalam menghadapi setiap rintangan dan tantangan yang ada dan tidak mudah menyerah terhadap keadaan.
6. Rajin, Terampil, dan Gembira Setiap anggota pramuka harus memiliki sifat rajin dalam setiap kegiatan yang dilakukan serta dibutuhkan sifat terampil agar dapat berfikir kritis dan selalu gembira dalam melaksanakan kegiatan tanpa ada beban.
7. Hemat, Cermat, dan Bersahaja Setiap anggota pramuka harus memiliki sifat hemat serta cermat dalam menempatkan sesuatu agar sesuai dengan fungsi dan manfaatnya sehingga tidak ada yang terbuang percuma.
8. Disiplin, Berani, dan Setia Setiap anggota pramuka harus disiplin dalam melaksanakan segala sesuatu serta berani dalam menghadapi setiap tantangan yang datang dan tetap menjunjung tinggi kepanduannya.
9. Bertanggung Jawab dan Dapat Dipercaya Setiap anggota pramuka harus selalu dapat mempertanggungjawabkan segala perilakunya serta harus dapat dipercaya dan selalu menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya.
10. Suci dalam Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan Setiap anggota pramuka harus memiliki pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik karena perilaku mereka diharapkan dapat menjadi teladan yang baik bagi masyarakat sehingga setiap anggota pramuka harus selalu menjaga perilakunya.
Dengan nilai – nilai yang diajarkan melalui kegiatan kepramukaan diharapkan dapat mencetak para generasi muda yang memiliki karakter yang baik. Oleh karena itu, untuk melaksanakan pendidikan karakter diperlukan peran aktif baik dari orang tua, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Dengan para generasi muda Indonesia memiliki karakter yang baik masa depan negara akan berada ditangan yang tepat sehingga bukan hal yang mustahil Indonesia emas 2045 akan terwujud.
Komentar
Posting Komentar